Tampilkan postingan dengan label Kefir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kefir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2018

PERBEDAAN MAKANAN, SUPLEMEN, OBAT DAN KEFIR




Makanan:

Makanan adalah substansi/materi yang perlu dikonsumsi setiap hari agar tubuh kita berfungsi dengan baik. Walau secara umum ada patokan kebutuhan gizi dan nutrisi untuk tubuh yang dinyatakan dalam AKG (Angka Kecukupan Gizi), namun kebutuhan setiap orang bisa sangat spesifik. Disamping faktor genetik, pola hidup dan aktivitas seseorang sangat menentukan AKGnya. Ciri dan syarat utama makanan adalah memenuhi kriteria organoleptik (sederhananya : Enak)


Suplemen:

Suplemen adalah substansi/materi berupa makanan pelengkap yang diperlukan sewaktu-waktu karena makanan yang dikonsumsi sehari-hari kurang mengandung gizi/ nutrisi tertentu. Suplemen umumnya tidak memenuhi kriteria organoleptik. Bisa berbentuk tablet, kapsul, cairan dsb.


Obat:

Obat adalah substansi/materi yang diperlukan dalam keadaan darurat, untuk mengatasi kondisi luar biasa atau gangguan yang dihadapi oleh tubuh. Obat tidak untuk dikonsumsi secara rutin. Bila keadaan darurat berlalu (sembuh), maka konsumsi obat dihentikan. Umumnya obat adalah racun yang dikendalikan dosisnya, sehingga hampir selalu memiliki efek samping yang merugikan.


Kefir:

Walaupun Kefir dapat berfungsi sebagai Suplemen maupun Obat, tetapi pada hakekatnya Kefir adalah Makanan. Bahkan merupakan "makanan yang paling menyehatkan" di dunia.



Oleh Suyadi Ismail pada 25 November 2014 


Selasa, 06 November 2018

KUALITAS SUSU SAPI YANG BAIK





1. Sifat Fisik Susu Sapi

a.  Berat Jenis Susu

Susu yang memiliki berat jenis 1,028, untuk mengukurnya digunakan alat laktodensimeter. Keragaman berat jenis susu disebabkan kandungan air, kandungan laktosa, lemak dan mineral. Kandungan air yang tinggi menyebabkan Berat Jenis susu rendah. Menurut SNI berat jenis 1,028 merupakan angka minimal yang diukur pada suhu 27,50 C. Berat jenis harus ditetapkan 3 jam setelah air susu diperah. Penetapan lebih awal akan menunjukan hasil Berat Jenis yang lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh perubahan kondisi lemak , adanya gas yang timbul di dalam air susu (Eniza, 2004)

b. Keasaman

Menurut SNI susu yang baik memiliki pH 6-7. Bila susu memiliki pH lebih dari 7 kemungkinan sapi menderita mastitis. Namun pada teori yang dipelajari biasa disepakati adalah 6,5 – 6,7.

c. Viskositas

Viskositas dipengaruhi unsur lemak, protein dan umur ternak. Diukur dengan viscometer, susu segar viscositasnya 1,5 – 2 centipoise pada suhu 200 C.

d. Indeks refraksi

Merupakan nilai jumlah zat padat yang dikandung susu, pada susu segar nilainya n D 20 =1,3449 – 1,3477, diukur dengan refraktometer.

e. Titik beku

Menurut SNI titik beku yang ideal adalah -0,520 s/d -0,560 C. Bila titik bekunya lebih tinggi atau mendekati nol derajat maka kemungkinan besar susu dicampur dengan air. Titik didih air susu 100,16 yang artinya lebih tinggi daripada air, wajar, karena dalam susu punya kandungan yang lebih kompleks dari air.

f. Warna, rasa dan bau

Susu yang baik memiliki warna putih kekuning-kuningan, sampai putih kebiruan. Bila warnanya lain seperti merah, maka bagian ambing yang mengeluarkan susu tersebut terserang mastitis. Susu yang terkena mastitis tidak layak konsumsi, dan saat pengobatan sampai sekitar 3 hari pasca pengobatan susu tidak boleh dikonsumsi. Rasa susu yang baik adalah gurih sedikit manis, hal itu karena susu mengandung gula susu (laktosa), bila susu berasa asam, mungkin sudah mulai masuk dalam  tahap kerusakan yaitu tahap pengasaman oleh bakteri asam susu. Bila susu sudah mulai terasa pahit, mungkin sudah mengalam kerusakan tingkat lanjut yaitu kerusakan oleh jamur dan bakteri setelah berakhirnya fase pengasaman.

Untuk bau, susu memiliki bau wangi yang khas. Bila dirasa tidak sedap, kemungkinan pertama adalah factor lingkungan di sekitar penyimpananya. Hal itu disebabkan karena lemak yang ada dalam susu mudah sekali menyerap bau di sekitarnya. Demikian juga bahan pakan ternak sapi dapat merubah bau di sekitarnya (Eniza, 2004). Buckle et al., (1987) menyatakan bahwa cita rasa yang kurang normal mudah sekali berkembang di dalam susu dan hal ini mungkin merupakan akibat dari:

1. Sebab-sebab fisiologis seperti cita rasa pakan sapi misalnya alfalfa, bawang merah, bawang putih, dan cita rasa algae yang akan masuk ke dalam susu jika bahan-bahan itu mencemari makanan dan air minun sapi.

2. Sebab-sebab dari enzim yang menghasilkan cita rasa tengki karena kegiatan lipase pada lemak susu.

3. Sebab-sebab kimiawi, yang disebabkan oleh oksidasi lemak.

4. Sebab-sebab dari bakteri yang timbul sebagai akibat pencemaran dan pertumbuhan bakteri yang menyebabkan peragian laktosa menjadi asam laktat dan hasil samping metabolik lainya yang mudah menguap,

5. Sebab-sebab mekanis, bila susu mungkin menyerap cita rasa cat yang ada di sekitarnya, sabun dari larutan chlor.


2. Sifat Kimia Susu Sapi

Keasaman dan pH Susu : susu segar mempunyai sifat ampoter, artinya dapat bersifat asam dan basa sekaligus. Jika diberi kertas lakmus biru, maka warnanya akan menjadi merah, sebaliknya jika diberi kertas lakmus merah warnanya akan berubah menjadi biru. Potensial ion hydrogen (pH) susu segar terletak antara 6.5 – 6.7. Jika dititrasi dengan alkali dan kataliasator penolptalin, total asam dalam susu diketahui hanya 0.10 – 0.26 % saja. Sebagian besar asam yang ada dalam susu adalah asam laktat. Meskipun demikian keasaman susu dapat disebabkan oleh berbagai senyawa yang bersifat asam seperti senyawa-senyawa pospat komplek, asam sitrat, asam-asam amino dan karbondioksida yang larut dalam susu. Bila nilai pH air susu lebih tinggi dari 6,7 biasanya diartikan terkena mastitis dan bila pH dibawah 6,5 menunjukkan adanya kolostrum ataupun pemburukan bakteri (Eniza, 2004).


3. Kandungan Susu Sapi

Susu segar paling tidak mengandung lemak 3,9%, protein 3,5%, air 87% laktosa 4,9%, abu 0,7%. Protein dalam susu terdiri dari kasein, laktalbumin dan laktoglobulin. Namun untuk setiap jenis sapi, sebenarnya memiliki kandungan yang cukup bervariasi, dimana variasi tersebut disebabkan karena pengaruh genetik.

ATURAN MINUM KEFIR




Untuk orang sehat minum 1 cangkir (gelas kecil) sehari,  setelah makan malam, gunanya untuk pencegahan penyakit dan kesehatan secara umum. Kefir tidak hanya sebagai makanan kesehatan, tetapi juga dapat sebagai pengobatan.

Jika minum kefir  untuk mengobati penyakit yang serius, maka disarankan mengubah pola makan sehat dengan diet, karena bisa terjadi  detoksifikasi untuk membersihkan tubuh, hati, ginjal dan usus. Hal ini meningkatkan efek dari sifat kefir sebagai penyembuhan.

Umum nya untuk gangguan Jamur Kandida atau gangguan Usus,  minumlah 1 cangkir pada pagi dan 1 cangkir satu jam setelah makan malam selama 3 hari, kemudian hentikan tidak minum kefir selama 3 hari. Terapkan cara ini selama 3-4 minggu untuk mematikan virus2 tersebut. Jika tidak ada perubahan, Anda bisa minum dengan menambah dosis sampai maksimum 2 cangkir (secara bertahap) selama 3 bulan atau lebih.

Catatan:
Ketika jeda tidak konsumsi kefir maka, Bibit kefir  harus secara teratur di beri susu untuk memberi makan bibit kefir.

Begitu juga perlakukan sama untuk mengatasi virus dan kuman al. eksim, masalah kulit, jerawat, alergi, arthritis dan sebagainya.

Ketika penyakit kronis atau penyakit serius  kumat lagi, mulailah minum lagi 1 cangkir pertama di pagi hari dan 1 cangkir satu jam setelah makan malam selama seminggu, secara bertahap meningkat menjadi 2 gelas & 2 gelas per hari. Pada saat ini Anda mungkin mengalami ruam tubuh seperti herpes zoster, untuk itu secara bertahap tingkatkan menjadi 3 gelas & 3 gelas  per hari  secara rutin selama minimal 6 bulan. Jika sakit berlanjut, maka secara bertahap  tingkatkan menjadi 4  gelas & 4 gelas per hari selama 20 hari lalu hentikan jangan minum kefir selama 10 hari,  Kemudian minum selama 20 hari.

Terapkan cara ampuh ini secara on / off untuk bulan-bulan berikutnya. Banyak penelitian-penelitian bahwa kefir mampu secara ajaib menyembuhkan bahkan sakit parah, kefir adalah karunia dari Allah Yang Maha Kuasa..

Orang-orang dari Kaukasus (Caucasia) memberikan kefir untuk bayi yang baru lahir sebagai pengganti atau tambahan susu ibu, mereka juga minum air es murni, menghirup udara yang tercemar, makan makanan sehari-hari dan roti tebal kefir atau makanan penutup. Rata-rata umur mereka antara 110 – 140 tahun dengan ketajaman mental dan fisik sehat , mereka bebas dari diabetes, prostat, TBC, gangguan pencernaan, kanker dan penyakit umum lainnya . Jelas, pencegahan dengan melakukan  pola hidup yang baik adalah hal terbaik untuk kesehatan dan umur panjang.

Minggu, 04 November 2018

CARA MEMBUAT KEFIR



Kefir adalah Pangan fungsional sinbiotik (probiotik+prebiotik) terbaik di Dunia

BAHAN  DAN ALAT

1. Bibit Kefir (Kefir Grain) sebanyak 50 Gram             

Bibit Kefir (Kefir Grain) Adalah Mikroflora yang bentuk nya seperti nasi .


Bibit ini bisa mati jika terkena/ terkontaminasi bahan-bahan kimia/ pengawet (Borak, Formalin, penjernih air, dll) atau kena panas.

Bibit Kefir/ Kefir Grain berasal dari Daerah Kaukasia dekat Rusia.

2. Susu Segar 1 Liter

Susu Segar yang biasa disebut Susu Murni , perah an susu Sapi atau Kambing . Susu tersebut sebaiknya dibuat kefir sebelum 3 jam setelah pemerahan . Karena susu tersebut akan rusak setelah 4 jam perah .

Jika tidak menemukan Susu Segar dapat diganti dengan susu kemasan 1 Liter dapat beli di supermarket .
Pilih yang rasa plain (original):
Greenfields (UHT/ Pasteurisasi)
Ultra (UHT/ Pasteurisasi)
Diamond UHT/ Pasteurisasi)

3. Wadah 1 Buah           

Usahakan berbahan plastik atau gelas , yang ada tutupnya.



4. Saringan 1 Set

Jika pembuatan kefir masih skala kecil gunakan saringan yang ukuran lubang saringannya kecil (plastik) seperti gambar disamping.


Namun jika sudah skala besar maka untuk mempercepat penyaringan digunakan saringan pertama dengan lubang saringannya besar lalu di saring lagi dengan yang lubang saringannya kecil untuk mempercepat penyaringan . Usahakan yang berbahan plastik .

5. Spatula 1 Buah           

Spatula untuk pengaduk sebaiknya dari bahan kayu atau plastik.

6. Corong 1 Buah           

Untuk memasukkan kefir ke dalam botol.

Cara membuatnya:

1. Jika diyakini bahwa susu segar tersebut berkwalitas baik dan bersih yang di tandai dengan bau yang harum dan rasa nya manis gurih maka langsung saja proses fermentasi dengan me-masukkan bibit kefir.

Tindakan Optional:

Jika tidak yakin bahwa susu segar tersebut kurang bersih , maka perlu di lakukan pasteurisasi dengan cara di panaskan menggunakan api sedang kurang lebih suhu sampe dengan 85’ C (lama diatas api +/- 15 menit). Tujuan pemasan ini untuk membunuh bakteri patogen .

Apabila terlihat sudah berasap (jangan sampai mendidih) lalu diangkat dan di dinginkan sampai hangat (suam-suam kuku) atau lebih aman dibiarkan sampai suhu susu sama dengan suhu ruangan

Catatan:
Bibit Kefir bisa mati akibat suhu panas dan bahan2 kimia.

2. Masukan bibit sebanyak 50 gram tersebut ke dalam media susu 1 liter diaduk sebentar dengan halus.           

3. Setelah bibit dimasukan tutup rapat wadah (diberi celah udara) dan simpan pada suhu ruangan selama 2x24 jam atau 2 hari sampai tampak koagulasi seperti gambar disamping , jangan kena sinar matahari langsung. Diaduk setiap +/- 12  jam sekali.

4. Setelah proses fermentasi  tersebut pada langkah 3 diatas maka siapkan saringan plastik dan wadah untuk memisahkan Bibit Kefir (Grain) dari Susu Kefir dengan menyaring serta diaduk perlahan dengan spatula. (Jangan menekan atau meremas bibit kefir agar tidak rusak/ mati).  

5. Yang tidak lolos saringan adalah bibit kefir (Kefir Grain) Angkat bibit kefir dari saringan dan masukkan ke dalam wadah plastik lalu tutup rapat.       

6. Kefir hasil penyaringan dimasukkan botol atau wadah tertutup lalu disimpan dalam lemari pendingin (kulkas) pada suhu +/- 3-5’ C  dan siap untuk dikonsumsi.

7. Sedangkan Bibit Kefir nya di simpan dalam wadah tertutup tadi lalu disimpan juga dalam lemari pendingin suhu kulkas +/- 3-5’ C (bukan di freezer) untuk dibuat kefir lagi pada hari2 berikutnya.

        
SELAMAT MENCOBA

SALAM SEHAT BERSAMA KEFIR